Peningkatan Layanan Kesehatan Masyarakat

Ponorogo, Rabu 9 September 2020. Kita ingin agar derajat kesehatan masyarakat bisa terus meningkat. Itulah kenapa Pemkab Ponorogo punya atensi besar dengan melaksanakan berbagai program. Mulai dari peningkatan kualitas layanan Puskesmas, hingga sosialisasi pengentasan gizi buruk dan stunting pada balita.

Alhamdulillah, sampai hari ini sudah ada 19 puskesmas dari 31 puskesmas se #ponorogo yang mampu melayani rawat inap, termasuk puskesmas Kauman seperti foto saya diatas. Dari 31 tersebut, 20 diantaranya juga sudah ramah anak. Artinya, memiliki ruang periksa khusus pasien anak dan memiliki ruang bermain sebagai ruang tunggu anak.

Terkait gizi buruk dan stunting, saya bersyukur upaya keras @dinkes.png dibantu sosialisasi tak kenal lelah oleh ibu-ibu PKK mulai terlihat hasilnya. Lima tahun lalu, data Pemkab Ponorogo mendapati data balita yang mengalami stunting ada di angka 37%.

Alhamdulillah di akhir tahun 2019 lalu, Ponorogo sudah berhasil menekan angka stunting itu menjadi hanya 17,3%, jauh lebih baik dari rata-rata nasional yaitu 27%. Capaian Ponorogo juga sudah masuk ambang batas WHO yaitu maksimal 20%. Ini artinya, rataan perekonomian masyarakat kita meningkat beriringan dengan kesadaran akan pemenuhan gizi yang baik bagi balita.

Kita juga terus berupaya mengurangi jumlah masyarakat yang masih buang air sembarangan/Open Defecation (OD), salah satunya dengan program jambanisasi. Hasilnya, kita juga dapat menekan angka OD yang pada 2015 sebesar 57ribu KK menjadi hanya 12,7ribu KK per-Maret 2020.

Pekerjaan rumah tentu masih ada, tapi ikhtiar kita selama ini sudah ada hasilnya. Matur suwun sedulurku semua!

banner 468x60

Subscribe

Thanks for read our article for update information please subscriber our newslatter below

No Responses

Comments are closed.